Minggu, 05 Mei 2013

Galatama Lele

Umpan Galatama Lele

ass suhu-suhu pemancing galatama lele, saya andi didut. disini saya akan memberikan beberapa resep yang sudah saya coba.

-ikan mas kukus

ikan mas ukuran 1kg

bersihkan ikan mas hingga siap untuk di kukus

kukus ikan mas hingga matang, sekitas 30 menit

pisahkan daging dan lemaknya

ketika daging sudah dingin, blender halus 

lalu aduk rata dengan tepung ketan

lalu masukan plastik dan kukus kembali di dlm plastik selama 15mnt.

umpan siap pakai.. 

NB : aduk dengan tepung ketan nya jgn terlalu keras, karena kukusan keduanya akan otomatis membuat umpan mengeras

 

selamat mencoba suhu... sharing kita berteman :)

https://www.facebook.com/andidutsetiawan?ref=tn_tnmn

 

 

Kamis, 25 April 2013

Karya Tulis Andi Setiawan



Hidup Dan Besar Di Keluarga Militer
Ass wr wb,
Disini saya akan membuat Karya Tulis yang menceritakan sedikit tentang hari-hari saya yang hidup di keluarga militer. Nama saya Andi Setiawan, Umur saya baru saja menginjak 20 tahun. Saya seorang mahasiswa semester 4 di Universitas Gunadarma, Fakultas ekonomi jurusan s1 Manajemen.
Saya anak pertama dari dua bersaudara, ayah saya seorang TNI-AD dan ibu saya seorang pegawai swasta. Semua saudara dari ayah saya adalah seorang aparat, sejak kecil hingga saat ini saya hidup dan besar di lingkup keluarga aparat. Banyak orang bilang bahwa memiliki ayah seorang TNI itu megah, mewah dan indah, jika mendengar itu saya selalu bertanya-tanya pada hati kecil saya, “mengapa kalian bisa bilang seperti itu?” setiap saya berkunjung kerumah teman, setiap saya bertamu kerumah sahabat hingga saat saya sedang berkumpul dengan anda semua. Justru terkadang saya sedih jika melihat teman-teman saya yang bisa membawa motor bagus bahkan mobil keren masa kini melintas dan menyapa saya, saya selalu berpikir “kapan saya bisa seperti itu”, dan saya tidak mungkin meminta materi tersebut pada ayah saya, karena ayah saya hanya seorang Prajurit biasa yang tidak lebih dari alat negara yang harus dihormati dan dihargai perjuangannya.

Sejak kecil saya di didik hidup sederhana, sopan, santun dan disiplin, mungkin teman-teman yang memiliki ayang seorang TNI dapat merasakannya. Dari hal tersebut banyak menimbulkan hal-hal yang positif dari hidup saya, mungkin orang banyak melihat saya dengan kepribadian saya yang ramah, tamah dan sopan, dan alhamdulillah saya banyak terpilih menjadi ketua, walaupun hanya ketua kelas sejak SMP hingga saat ini dan ketua Karang Taruna Di tempat saya tinggal. Saat saya kecil dulu saya bisa dibilang sangat dimanja oleh kedua orang tua saya terutama ayah saya, namun sejak saya menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama saya tidak mau lagi dimanja “mungkin karena saya sudah menginjak masa-masa pubertas.. hheee” hidup disiplin dan mandiri sudah tercermin pada diri saya saat itu, mungkin karena didikan ayah saya sejak kecil saya seperti itu. 

Kesederhanaan di dalam keluarga saya sangat mengajarkan saya apa dan dimana arti hidup itu. ketika ayah membangunkan saya pagi hari, menyuruh saya mandi lalu sarapan dengan lauk seadanya, namun ayah selalu memberikan saya canda tawa dan senyumnya.
Hidup di keluarga kecil yang memiliki ayah hanya seorang prajurit itu tidak seindah yang kalian bayangkan untuk hal materi. Memang, untuk hal jabatan memang sangat dipandang dan di segani, namun untuk hal materi keluarga prajurit hanya kesederhanaan dan apa adanya yang kami punya. Dapat teman-teman lihat seperti apa yang saya pakai sehari-hari dan apa sampingan saya sehari-hari, saya berjualan “aksesoris Handphone” untuk menambah uang saku saya sebagai mahasiswa, saya hanya tidak ingin membebankan lebih orang tua saya, dan saya selalu ingin membiayai kuliah saya dengan hasil saya sendiri namun itu belum tercapai. Tidak pernah satu hal pun saya menuntut keinginan saya pada orang tua saya, karena saya sadar bahwa saya bukan anak orang kaya. Sebenarnya saya lelah harus seperti ini, saya kuliah, banyak tugas dari kampus yang harus selesai, harus berjualan sepulang kuliah. Namun inilah cara untuk meringankan beban orang tua saya dan inilah jalan hidup saya.

Pesan saya buat teman-teman :
 Janganlah kalian terucilkan atau minder di hadapan orang yang lebih Punya dari kita,  dan janganlah kalian banyak membebani orang tua hanya untuk kesenangan kalian. Perjuangan orang tua kita itu lebih berat dari kita, hanya untuk mengurus kita hingga besar kini, untuk kita sendiri dan masa depan kita. Hidup pada keluarga sederhana itu indah, hidup pada keluarga sederhana itu mewah, hidup pada keluarga sederhana itu megah. Belajar, Doa dan Usaha insyaallah kita akan menjadi anak bangsa yang sempurna, untuk orang tua dan Negara. Aminn...
Demikian karya tulis dari saya, karya tulis ini saya buat hanya untuk menceritakan sedikit pengalaman pribadi saya. Mohon maaf jika ada hal-hal yang membuat kalian kurang berkenan. Kritik dan saran sangatlah berguna untuk saya. Ass Wr Wb..



Thx to :
Allah SWT, Bapak Ibu tercinta, Universitas Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id/ , Bapak ibu dosen, dan teman-teman saya yang banyak membuat saya terhibur.


Kamis, 28 Maret 2013

Makalah Sfotskil "ketahanan Nasional" Andi Setiawan 2EA21



        PENDAHULUAN 
 Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh dan tidak mudah terombang ambing oleh derasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, harus memiliki ideologi nasional yang kuat dan tangguh.
            Pancasila sebagai ideologi nasional sudahkah dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh masyarakat bangsa Indonesia?
Terbentuknya negara Indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa. Sudah sejak lama Indonesia menjadi incaran banyak negara atau bangsa lain, karena potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam yang banyak. Kenyataannya ancaman datang tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya NKRI, ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul, dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang idiologis. Meski demikian, bangsa Indonesia memegang satu komitmen bersama untuk tegaknya negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dlam menciptakan suasana damai.

RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa masalah, diantaranya :
1. Bagaimana ancaman bagi negara Indonesia ?
2. Apa saja asas-asas ketahanan nasional ?
3. Bagaimana sifat-sifat ketahanan nasional ?
4. Bagaiman kedudukan dan fungsi ketahanan nasional ?
5. Bagaimana konsepsi ketahanan nasional ?


PEMBAHASAN
Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adanya tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pila beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah negara lain. Bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan, meskipun demikian gangguan dan ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa, maka diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun terjadi dinegara ini.

Asas – Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).
a) . Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
b). Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
c). Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.

Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada mingkin akan kami jabarkan seperti dibawah ini :
Ø Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain
Ø Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
Ø Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
Ø Konsultasi dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.



Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
a). Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
b). Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :

Ø Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
Ø Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.;



PENUTUP
 Kesimpulan
Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa, terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Jika kita sebagai warga negara ingin mempertahankan daerah kita dari ganguan bangsa/negara lain, maka kita harus memperkuat ketahanan nasional kita. Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh, karena mencakup banyak landasan seperti : Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional, jadi dengan demikian katahanan nasional kita sangat solid.

Andi Setiawan http://www.gunadarma.ac.id/ NPM 10211747

Minggu, 25 November 2012

TUGAS SOFTSKIL SHU



Tugas Softskill
Ekonomi Koperasi

Nama    : Andi Setiawan
Kelas    : 2EA 21
Npm      : 10211747

Pengertian SHU (Sisa Hasil Usaha)
Berikut ini diuraikan secara kompleks arti dari sisa hasil usaha dalam koperasi atau yang lebih dikenal dengan (SHU) koperasi. SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu
Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut.
  1.  SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
  2. Bagian (persentase) SHU anggota
  3. Total simpanan seluruh anggota
  4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
  5. Jumlah simpanan per anggota
  6. Omzet atau volume usaha per anggota
  7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
  8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota
SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (profit after tax)
Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya.
Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.
Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota

SHU per anggota
SHUA = JUA + JMA
Di mana :
SHUA  = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA    = Jasa Usaha Anggota
JMA   = Jasa Modal Anggota   


PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI
1.      SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
2.      SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
3.      Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
4.      SHU anggota dibayar secara tunai 



PEMBAGIAN SHU ANGGOTA KOPERASI
Koperasi “Bina Warga Sejahtera”
Perumahan Villa Bekasi Indah II Tambun Selatan
 


Simpanan sukarela        5.000.000
Simpanan Pokok           2.500.000
Simpanan wajib           10.000.000
Modal Koperasi           17.500.000

SHU = 4.395.000  

Pembagian SHU Koperasi “Bangun Jaya Mandiri”

Cadangan                                  = 20%        Rp            3.080.000
Jasa Modal                              = 20%        Rp          19.975.000
Jasa Anggota                           = 25%        Rp          31.250.000
Jasa Pengurus                            = 15%        Rp           10.605.000
Dana Kesejahteraan Pegawai    = 10%        Rp             8.200.000
Dana Kesehatan Pegawai          = 5%          Rp             4.100.000 
Dana Sosial                                = 5%          Rp             4.100.000
                                                                     Rp           81.310.000    

Jasa Modal    : Rp       19.975.000   x 100% = 11.3 %
                         Rp       17.500.000

Jasa Anggota : Rp      31.250.000  x 100% = 20.8 %
                         Rp       15.000.000