Minggu, 05 Mei 2013
Kamis, 25 April 2013
Karya Tulis Andi Setiawan
Hidup
Dan Besar Di Keluarga Militer
Ass wr wb,
Disini saya akan membuat Karya Tulis yang menceritakan sedikit
tentang hari-hari saya yang hidup di keluarga militer. Nama saya Andi Setiawan,
Umur saya baru saja menginjak 20 tahun. Saya seorang mahasiswa semester 4 di
Universitas Gunadarma, Fakultas ekonomi jurusan s1 Manajemen.
Saya anak pertama dari dua bersaudara, ayah saya seorang
TNI-AD dan ibu saya seorang pegawai swasta. Semua saudara dari ayah saya adalah
seorang aparat, sejak kecil hingga saat ini saya hidup dan besar di lingkup
keluarga aparat. Banyak orang bilang bahwa memiliki ayah seorang TNI itu megah,
mewah dan indah, jika mendengar itu saya selalu bertanya-tanya pada hati kecil
saya, “mengapa kalian bisa bilang seperti itu?” setiap saya berkunjung kerumah
teman, setiap saya bertamu kerumah sahabat hingga saat saya sedang berkumpul
dengan anda semua. Justru terkadang saya sedih jika melihat teman-teman saya
yang bisa membawa motor bagus bahkan mobil keren masa kini melintas dan menyapa
saya, saya selalu berpikir “kapan saya bisa seperti itu”, dan saya tidak
mungkin meminta materi tersebut pada ayah saya, karena ayah saya hanya seorang
Prajurit biasa yang tidak lebih dari alat negara yang harus dihormati dan
dihargai perjuangannya.
Sejak kecil saya di didik hidup sederhana, sopan, santun dan
disiplin, mungkin teman-teman yang memiliki ayang seorang TNI dapat
merasakannya. Dari hal tersebut banyak menimbulkan hal-hal yang positif dari
hidup saya, mungkin orang banyak melihat saya dengan kepribadian saya yang
ramah, tamah dan sopan, dan alhamdulillah saya banyak terpilih menjadi ketua,
walaupun hanya ketua kelas sejak SMP hingga saat ini dan ketua Karang Taruna Di
tempat saya tinggal. Saat saya kecil dulu saya bisa dibilang sangat dimanja
oleh kedua orang tua saya terutama ayah saya, namun sejak saya menginjak bangku
Sekolah Menengah Pertama saya tidak mau lagi dimanja “mungkin karena saya sudah
menginjak masa-masa pubertas.. hheee” hidup disiplin dan mandiri sudah
tercermin pada diri saya saat itu, mungkin karena didikan ayah saya sejak kecil
saya seperti itu.
Kesederhanaan di dalam keluarga saya sangat mengajarkan saya
apa dan dimana arti hidup itu. ketika ayah membangunkan saya pagi hari,
menyuruh saya mandi lalu sarapan dengan lauk seadanya, namun ayah selalu
memberikan saya canda tawa dan senyumnya.
Hidup di keluarga kecil yang memiliki ayah hanya seorang
prajurit itu tidak seindah yang kalian bayangkan untuk hal materi. Memang, untuk
hal jabatan memang sangat dipandang dan di segani, namun untuk hal materi
keluarga prajurit hanya kesederhanaan dan apa adanya yang kami punya. Dapat teman-teman
lihat seperti apa yang saya pakai sehari-hari dan apa sampingan saya sehari-hari,
saya berjualan “aksesoris Handphone” untuk menambah uang saku saya sebagai
mahasiswa, saya hanya tidak ingin membebankan lebih orang tua saya, dan saya
selalu ingin membiayai kuliah saya dengan hasil saya sendiri namun itu belum
tercapai. Tidak pernah satu hal pun saya menuntut keinginan saya pada orang tua
saya, karena saya sadar bahwa saya bukan anak orang kaya. Sebenarnya saya lelah
harus seperti ini, saya kuliah, banyak tugas dari kampus yang harus selesai,
harus berjualan sepulang kuliah. Namun inilah cara untuk meringankan beban
orang tua saya dan inilah jalan hidup saya.
Pesan saya buat teman-teman :
Janganlah kalian
terucilkan atau minder di hadapan orang yang lebih Punya dari kita, dan janganlah kalian banyak membebani orang
tua hanya untuk kesenangan kalian. Perjuangan orang tua kita itu lebih berat
dari kita, hanya untuk mengurus kita hingga besar kini, untuk kita sendiri dan
masa depan kita. Hidup pada keluarga sederhana itu indah, hidup pada keluarga
sederhana itu mewah, hidup pada keluarga sederhana itu megah. Belajar, Doa dan
Usaha insyaallah kita akan menjadi anak bangsa yang sempurna, untuk orang tua
dan Negara. Aminn...
Demikian karya tulis dari saya, karya tulis ini saya buat
hanya untuk menceritakan sedikit pengalaman pribadi saya. Mohon maaf jika ada
hal-hal yang membuat kalian kurang berkenan. Kritik dan saran sangatlah berguna
untuk saya. Ass Wr Wb..
Thx to :
Allah SWT, Bapak Ibu tercinta, Universitas Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id/ , Bapak ibu
dosen, dan teman-teman saya yang banyak membuat saya terhibur.
Andi
Setiawan https://www.facebook.com/andidutsetiawan?ref=tn_tnmn
Kamis, 28 Maret 2013
Makalah Sfotskil "ketahanan Nasional" Andi Setiawan 2EA21
PENDAHULUAN
Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri
kokoh dan tidak mudah terombang ambing oleh derasnya persoalan hidup berbangsa
dan bernegara, harus memiliki ideologi nasional yang kuat dan tangguh.
Pancasila sebagai ideologi nasional sudahkah dipahami, dihayati, dan diamalkan
oleh masyarakat bangsa Indonesia?
Terbentuknya
negara Indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa. Sudah sejak
lama Indonesia menjadi incaran banyak negara atau bangsa lain, karena
potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam
yang banyak. Kenyataannya ancaman datang tidak hanya dari luar, tetapi juga
dari dalam. Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya
NKRI, ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul, dari yang bersifat kegiatan
fisik sampai yang idiologis. Meski demikian, bangsa Indonesia memegang satu
komitmen bersama untuk tegaknya negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran
bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada
lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dlam menciptakan
suasana damai.
RUMUSAN
MASALAH
Dalam
makalah ini akan dibahas beberapa masalah, diantaranya :
1. Bagaimana ancaman bagi negara Indonesia ?
2. Apa saja asas-asas ketahanan nasional ?
3. Bagaimana sifat-sifat ketahanan nasional ?
4. Bagaiman kedudukan dan fungsi ketahanan nasional ?
5. Bagaimana konsepsi ketahanan nasional ?
PEMBAHASAN
Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat
diatasi bangsa Indonesia dengan adanya tekad bersama-sama menggalang kesatuan
dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku
Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang pernah
menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan
politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman sparatis dawasa
ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang
menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian
Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pila beberapa aksi provokasi yang
mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang
diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari
negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam
wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah negara lain. Bangsa Indonesia telah
berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan, meskipun
demikian gangguan dan ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa, maka
diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun
terjadi dinegara ini.
Asas – Asas
Ketahanan Nasional
Asas
ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun
berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah
sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).
a) . Asas
kesejahtraan dan keamanan
Asas ini
merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu
maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan
bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur
bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
b). Asas
komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya,
ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut
berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan
seimbang.
c). Asas
kekeluargaan
Asas ini
bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan
tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam
hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan
real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari
konflik yang bersifat merusak/destruktif.
Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada mingkin
akan kami jabarkan seperti dibawah ini :
Ø Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada
kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan
prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat
kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain
Ø Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun
tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya.
Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang
lebih baik.
Ø Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan
nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan
kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia
mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas
yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin
tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan
pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
Ø Konsultasi dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling
menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan
kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada
keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini
diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat
mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.
Kedudukan dan Fungsi Ketahanan
Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat
dijelaskan sebagai berikut :
a). Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu
ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan
cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka
membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan
ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh
Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam
paradigma pembangunan nasional.
b). Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam
fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap
terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan
langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral
maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara
berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila
penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana,
yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga
berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan
arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan
sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan
program.
Ketahanan Nasional dan Konsepsi
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa
yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik
yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi
dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan
nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
Ø Ketangguhan
Adalah
kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita
atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha
secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut
diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri
khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam
pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah
dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran
internasionalnya.
Ø Integritas
Yaitu
kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial
maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø Ancaman
Yang
dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak
kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø Hambatan dan gangguan
Adalah hal
atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan
bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.;
PENUTUP
Kesimpulan
Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari
berbagai suku dan bangsa, terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas.
Jika kita sebagai warga negara ingin mempertahankan daerah kita dari ganguan
bangsa/negara lain, maka kita harus memperkuat ketahanan nasional kita.
Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh, karena mencakup banyak landasan
seperti : Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945 sebagai landasan
konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional, jadi dengan
demikian katahanan nasional kita sangat solid.
Andi Setiawan http://www.gunadarma.ac.id/ NPM 10211747
Andi Setiawan http://www.gunadarma.ac.id/ NPM 10211747
Minggu, 25 November 2012
TUGAS SOFTSKIL SHU
Tugas
Softskill
Ekonomi
Koperasi
Nama : Andi Setiawan
Kelas : 2EA 21
Npm : 10211747
Pengertian
SHU (Sisa Hasil Usaha)
Berikut ini diuraikan secara kompleks arti dari sisa hasil usaha dalam
koperasi atau yang lebih dikenal dengan (SHU) koperasi. SHU Koperasi adalah
sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue )
atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost)
dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu
Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU
anggota diketahui sebagai berikut.
- SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
- Bagian (persentase) SHU anggota
- Total simpanan seluruh anggota
- Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
- Jumlah simpanan per anggota
- Omzet atau volume usaha per anggota
- Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
- Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota
SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi
setelah pajak (profit after tax)
Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota
terhadap koperasinya.
Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk
simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.
Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan
atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun
buku yang bersangkutan.
Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang
ditujukan untuk jasa transaksi anggota
SHU per anggota
SHUA = JUA + JMA
Di mana :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota
PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI
1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan
anggota sendiri.
3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
4. SHU anggota dibayar secara tunai
PEMBAGIAN SHU ANGGOTA KOPERASI
Koperasi
“Bina Warga Sejahtera”
Perumahan
Villa Bekasi Indah II Tambun Selatan
Simpanan sukarela 5.000.000
Simpanan Pokok 2.500.000
Simpanan wajib 10.000.000
Modal Koperasi 17.500.000
SHU = 4.395.000
Pembagian SHU Koperasi “Bangun Jaya
Mandiri”
Cadangan
= 20%
Rp 3.080.000
Jasa Modal
=
20%
Rp 19.975.000
Jasa Anggota
= 25%
Rp 31.250.000
Jasa Pengurus
= 15%
Rp 10.605.000
Dana Kesejahteraan Pegawai =
10%
Rp 8.200.000
Dana Kesehatan Pegawai
= 5%
Rp 4.100.000
Dana Sosial
=
5% Rp
4.100.000
Rp 81.310.000
Jasa
Modal
: Rp
19.975.000 x 100% = 11.3 %
Rp 17.500.000
Jasa
Anggota : Rp 31.250.000 x 100% = 20.8 %
Rp 15.000.000
Langganan:
Postingan (Atom)